SURABAYA, 17/03/2026 — Pesantren Anak Yatim Al-Bisri menyelenggarakan kegiatan pelepasan santri menjelang libur Hari Raya Idul Fitri dalam suasana yang khidmat sekaligus hangat. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pembelajaran Ramadan sebelum para santri kembali ke keluarga masing-masing.

Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan pengurus yayasan, Haikal Atabiya Bisri. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama di pesantren, terutama dalam momentum liburan yang sering kali menjadi ujian kedisiplinan dan akhlak. beliau juga mengingatkan agar para santri tetap menjaga ibadah, adab, serta nama baik pesantren di tengah masyarakat.

Penyerahan Tali Asih dari Donatur

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan tali asih kepada para santri yang merupakan dukungan dari Universitas Airlangga serta BSI Cabang Diponegoro. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan dan kebutuhan para santri, khususnya anak yatim.

Penyerahan berlangsung secara simbolis dan disambut dengan rasa syukur oleh para santri dan pengurus pesantren.

Baca Juga: Jalin Silaturahmi dan Kepedulian, Pesantren Yatim Al-Bisri dan Indorunners Surabaya Berbagi Kebahagiaan

Santri Berikan Bingkisan kepada Pengurus

Tidak hanya menerima, para santri juga turut memberikan bingkisan dan parsel kepada para pengurus pesantren. Momen ini menjadi ungkapan terima kasih atas bimbingan, perhatian, serta pengasuhan yang telah diberikan selama ini.

Suasana haru terasa ketika santri dan pengurus saling bertukar perhatian dalam nuansa kekeluargaan yang erat.

Doa Penutup dan Salam-Salaman

Kegiatan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ust. Mohammad Fuyudun Ni’am Imam, Lc., M.Ag., yang memohon keselamatan, keberkahan, serta kemudahan bagi seluruh santri selama menjalani masa liburan.

Baca Juga: Indahnya Berbagi: Santri Al-Bisri Penuhi Undangan Buka Bersama di Polres Gunung Anyar

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan salam-salaman antara santri dan jajaran pengurus dan Asatidz sebagai tradisi menjelang Idul Fitri, mempererat hubungan emosional antara santri dan pengurus sebelum berpisah sementara waktu.

Menguatkan Nilai Kebersamaan

Pelepasan ini tidak sekadar menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter santri, khususnya dalam menanamkan nilai syukur, kepedulian, dan adab dalam kehidupan sehari-hari.

Diharapkan para santri dapat memanfaatkan masa liburan dengan baik serta kembali ke pesantren dengan semangat yang lebih kuat.