Surabaya – Sebagai langkah menumbuhkan kesadaran lingkungan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi para santri, Pesantren Anak Yatim Al Bisri menyelenggarakan Pelatihan Penerapan Ekonomi Sirkular melalui Program Bebas Sampah dan Wirausaha Hijau.

Kegiatan ini digagas sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan bagi santri, agar mereka memahami arti penting pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Dengan mengusung prinsip ekonomi sirkular, aneka jenis sampah yang selama ini dipandang sebelah mata diarahkan agar dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai ekonomis.

Rangkaian pelatihan dibuka dengan pemaparan materi seputar ekonomi sirkular, gaya hidup bebas sampah, serta pentingnya menanamkan kebiasaan ramah lingkungan di lingkungan pondok pesantren. Santri dibekali pengetahuan tentang cara menekan penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah dengan benar, memanfaatkan kembali barang yang masih bisa digunakan, hingga mengubah sampah menjadi produk yang berdaya guna.

Baca Juga: Wujudkan Santri Sehat dan Tangguh: IIDI Cabang Surabaya Gelar Sosialisasi Gizi dan Sanitasi di Pesantren Al-Bisri

Selain menerima materi, santri juga diajak terjun langsung dalam sesi praktik. Mereka belajar membedakan sampah organik dan anorganik, sekaligus mempraktikkan langkah-langkah sederhana pengelolaan sampah yang bisa diterapkan dalam keseharian di pesantren.

Kegiatan ini tidak hanya menyoroti sisi lingkungan, tetapi juga mengenalkan gagasan wirausaha hijau (green entrepreneurship). Para santri diberi pemahaman bahwa mengelola sampah bukan sekadar upaya mengurangi pencemaran, melainkan juga bisa dijadikan peluang usaha. Sampah yang sudah dipilah dapat disulap menjadi produk kreatif yang punya nilai jual.

Lewat kegiatan ini, diharapkan tumbuh rasa peduli dan tanggung jawab santri dalam menjaga kebersihan lingkungan pesantren, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan merintis usaha berbasis pelestarian alam.

Baca Juga: Pesantren Anak Yatim Al-Bisri Rumuskan Standar Baru Layanan dan Transparansi

Program Bebas Sampah dan Wirausaha Hijau ini juga diharapkan menjadi titik awal terbentuknya ekosistem pesantren yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan. Santri tak hanya dididik sebagai konsumen, tetapi juga didorong menjadi generasi yang mampu menghadirkan solusi atas persoalan lingkungan melalui kreativitas dan inovasi.

Acara berjalan dengan penuh semangat dan mendapat sambutan positif dari para peserta. Santri terlihat aktif menyimak materi, berdiskusi, hingga terlibat langsung dalam praktik pengelolaan dan pemanfaatan limbah.

Melalui pelatihan ini, Pesantren Anak Yatim Al Bisri diharapkan mampu terus mengembangkan budaya bebas sampah, mengasah kemampuan wirausaha santri, serta tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang tak hanya melahirkan generasi berprestasi, tetapi juga generasi yang peduli lingkungan dan sanggup menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan.